Friday, September 25, 2026

Secarik kertas dan MAP batik parangkusumo

Dalam secarik kertas,

ketika aku ditanya,

"Siapakah yang sekiranya nanti akan menjadi …?"

Aku memberikan namanya.

Ya, namanya.

Bukan karena aku tidak mengenal diriku sendiri,
tetapi karena sejak lama
aku terbiasa melihat masa depan
melalui siapa.

Lalu sebuah pertanyaan datang:

"Kenapa bukan dirimu sendiri?
Lalu dirimu sendiri akan menjadi apa?"

Aku terdiam.

Barangkali ada orang
yang memang dilahirkan untuk menjadi jawaban
bagi pertanyaan tentang orang lain,

sementara ketika pertanyaan itu
ditujukan kepada dirinya sendiri,

ia hanya mampu menundukkan kepala
dan membiarkan waktu
yang menjawabnya.

(2007-ketika soal penghapusan piutang).

Semua peristiwa dan janjinya ditepati ; layaknya Merpati yang tidak ingkar janji.

No comments:

Secarik kertas dan MAP batik parangkusumo

Dalam secarik kertas, ketika aku ditanya, "Siapakah yang sekiranya nanti akan menjadi …?" Aku memberikan namanya. Ya, namanya....