Friday, June 17, 2022

Fitrah manusia

 

  1. Fitrah Al-Munazzalah, fitrah luar yg masuk dlm diri manusia. Fitrah ini berupa petunjuk al-Qur’an dan as-sunnah yg digunakan sebagai kendali dan pembimbing bagi fitrah.
  2. Fitrah Al- Gharizah, yaitu fitrah inheren dalam diri manusia yg memberi daya akal yang berguna untuk mengembangkan potensi dasar manusia.
  3. Fitrah Suci, yaitu pada hakikatnya manusia itu suci dari fitrahnya, tetapi sebenarnya hati mereka telah tertutup dengan dosa- dosa yang mereka perbuat.
  4. Fitrah Intelektual, (aqliyah), potensi ini terdiri dari panca indera dan akal pikiran (pendengaran, penglihatan, dan hati). 
Tapi jangan salahkan syaitan atas perbuatanmu, tapi fitrah yang tidak "salah" dilangkahkan serta niat yang keliru yang menjadi berubah dari suci menjadi perbuatan dosa.

Apakah korupsi dengan landasan sifat serakahnya, lalu atas korupsi akan tetap menyalahkan syaitan?.
Bukankah itu sifat manusia yang "serakah" karena hawa napsunya dan bukan karena fitrah sucinya dan tidak mampu menggunakan nalarnya serta budi pekertinya?.


Wednesday, June 15, 2022

Semestinya :...?

Semestinya :...?

kalau di UU diamanatkan dengan PP, lalu PP-nya tidak segera terbit, maka tidak diperlukan adanya peraturan di bawah PP, kecuali yang tidak mengatur mengenai norma dalam UU.

Seperti pelaksanaan teknisnya dan bukan soal norma yang harus diatur dengan PP sebagaimana diamanatkan dalam UU.

Definisi atau Makna?.

Definisi atau Makna?.

Lebih ke makna ataukah ke definisi terlebih dahulu?.

kalau makna tanpa definisi apakah bisa dipahami, disepakati atau di laksanakan?.

Kenapa bukan definisi terlebih dahulu lalu ke makna?.

ataukah suatu makna itu enggak perlu definisi?.

kalau saya diperlukan "glosarium" jika ada defnisi berbeda namun makna atau maksudnya sama.

Jadi begitu ya.

Apakah glosarium itu?.

Glosarium adalah suatu daftar alfabetis istilah dalam suatu ranah pengetahuan tertentu yang dilengkapi dengan definisi untuk istilah-istilah tersebut.

Friday, May 27, 2022

Kausa Data

Kontinue, diskontinue, pembatasan range, batasan tahun misalnya.

Akan selalu ada yang saya sebut dengan "kausa data" baik before atau after untuk dibandingkan.

Jadi itulah teoremanya, akan selalu ada kausa data sebelum dan sesudab data acuan. Tidak ada diskontuinitas mutlak dalam keterkaitan berbasis akrual.

Teoremaku

Thursday, May 19, 2022

Bismillahirrahmanirrahim

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 Bismillahirrahmanirrahim

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Saturday, May 14, 2022

Milik siapa, dikuasai siapa

Bumi ini milik siapa?

Bumi ini dikuasai siapa?.

Indonesia ini milik siapa?.

Indonesia ini dikuasai siapa?.

Kementerian ini milik siapa?.

Kementerian ini dikuasai siapa?.

Direktorat ini milik siapa?.

Direktorat ini dikuasai siapa?.

Kantor Wilayah ini milik siapa?.

Kantor Wilayah ini dikuasai siapa?.

Bidang ini milik siapa?.

Bidang ini dikuasai siapa?.

Seksi ini milik siapa?.

Seksi ini dikuasai siapa?.

Pekerjaan ini milik siapa?.

Pekerjaan ini dikuasai siapa?.


....sabtu merenung dan ceria, langit semesta bersenandung-

Thursday, May 12, 2022

5 ditambah 1 = 6 jadi ada kausa data

 5 ditambah 1 = 6 jadi ada kausa data

Harga itu....range

Harga itu....range

berpacu pada point adalah pada 1 lokasi atau wilayah ditentukan.

That price....range

based on the point is at 1 specified location or area

Tuesday, May 10, 2022

Ciri orang bertanggung jawab pada satu titik masalah

Ciri orang bertanggung jawab pada satu titik masalah : 

menghubungi langsung pada orang yang bermasalah, bukan ke orang lain. kalau menyampaikan ke orang lain, itu namanya ????. Jawab sendiri ya jawabannya.


Monday, May 09, 2022

Sayur Lodho..Mantap

  • Bahan-Bahan :

    1 ekor ayam kampung, potong 4 bagian

    1 sdt garam

    3 cm lengkuas, memarkan

    3 batang serai, memarkan

    3 lembar daun jeruk

    2 lembar daun salam

    90 ml santan instan

    500 ml air

    1sdt Royco Kaldu Ayam

    100g cabai rawit merah, iris

    2 sdm minyak, untuk menumis

     

    Bumbu, haluskan

    10butir bawang merah

    10siung bawang putih

    5cm kunyit

    4cm jahe

    2buah cabai merah keriting

    2cm kencur

    1sdm merica putih bubuk

    1sdm ketumbar

    2sdt garam

    ½sdt jintan bubuk

    Cara membuat

    1 Lumuri daging ayam dengan garam.

    2 Panaskan grill pan yang sudah diolesi minyak, panggang daging ayam hingga permukaannya kecokelatan dan setengah matang. Sisihkan.

    3 Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan serai hingga harum.

    4 Tuang air dan santan. Masak sambil diaduk hingga mendidih. Tambahkan Royco Kaldu Ayam, aduk.

    5 Masukkan daging ayam dan cabai rawit. Masak sambil sesekali diaduk hingga daging ayam empuk. Angkat. Sajikan

    https://www.masakapahariini.com/resep/resep-ayam-lodho/

https://www.masakapahariini.com/resep/resep-ayam-lodho/

Motivasi dan Profesional

Motivasi dan Profesional itu nyata bukan sekedar jargon dan jauh dari kepentingan dan sesuai pedoman.

Sesuatu yang alami itu indah, damai dan menantang bila dibandingkan sebuah kepura-puraan.

Sikap pantang menyerah itu pasti bahkan etos itu sudah dibentuk sejak awal.

the problem is not in mentality, but in your abilities and attitude, not a measure of my capacity to be compared.

You're bad.

-another-

Tuesday, May 03, 2022

Cap saja kok diurusin?. Atau diteliti?.


Produk itu ada : barang atau jasa bagi Pemerintahan.

Jadi kalau saya lebih tertarik ke demikian karena endingnya adalah demikian, kualitas produknya, bukan ke cenderung proses layanannya. End Servicenya.

Kalau layanan dilayani oleh petugas yang baik, ramah, empati dsb pun, jika end servicesnya tidak berkualitas, apakah tetap "puas", tentu tidak khan?.

Itu persepsi saya ya.

Pemahaman "yang penting khan", hasilnya?.

Hasil yang mana?.

Khan saya sudah bilang, hasilnya "tidak sesuai".

Ah...itu khan mencari kesalahan?.

Kesalahan apa?. Saya mencari kesesuaian dalam meneliti dari suatu masalah, masalah publik.

Kalau soal uji pengaruh, apakah saya juga tidak bilang, itu mencari kesalahan?. Karena pengaruh dibuat sampel ke masing-masing responden yang isi pertanyaaanya juga "cenderung mencari kekeliruan, mencari kesesuaian antara realita dengan konsep, antara ide dengan realitas?.

Apakah itu bukan kesalahan juga?.

Bahkan dalam survei yang sifatnya uji pengaruh itu kalau dipahami, bukan asal contreng dalam mengisi lembar kuesioner baik online atau manualpun, sama.. ya sama tujuannya, hanya pendekatannya yang berbeda, kuanti atau kuali.

Jadi, mbok menghargai sajalah, itu penelitian dan penelitian itu oleh saya, sendiri lagi dengan sampel responden terpilih.

Beda tentunya kalau soal proyek yang ada agenda settingnya, agenda kebijakan.

Saya lebih ke "produk end user yang saya teliti dengan basis hulunya dulu bukan ke hilirnya" ternyata kecenderungan saya meneliti, bukan ke arah bagaimana layanan karena keramahan, kepuasan pelanggan karena sikap (social).

Sederhana saja, saya deskriptifkan.

Itu sajaa.....so simple gitulah....

Enggak saya bertele-tele dengan SmartPLS dari Prof. Imam Ghozali dan Creswell sebagai pedoman.

Saya ambil deskriftifnya Prof. Imam Ghozali dan Creswell...jadi itulah "kebenaran ilmiahnya" bukan kebenaran sejati,...uji soal kualitatif deskriftifnya saya dan bukan soal kuantitatifnya.

Jadi mbok yao, saya sudah 19 tahun berkecimpung soal administratif dan soal "cap atau stempel" yang menurut saya ada soal "konsep ketidakcermatan atau ketidaktelitian" yang membuat sesuatu menjadi :

1. Meragukan

2. Ketidaksesuaian

3. Potensi materi digugat

4. Produk yang penting

Just simple khan?.

Ya....

Dalam prakteknya, bisa tidak "nyaman" kalau bicara soal produk, dan saya base regelling dan bukan besichkingnya.

Background ilmu S-1 saya?.

Saya S-1 background Sarjana Teknik, yang dalam kurikulum 2000 saya, ada pelajaran Pengantar Ilmu Hukum, Hukum Agraria 1 s.d III , ada Amdal dan Penilaian Properti dll. Kalau saya dosen, mungkin bisa linier, saya PNS, bisa campuran dan campuran itu lebih baik menurut saya, S-1 Teknik, S-2 nya Hukum atau Ilmu Sosial dll 

Dan saya ikut di beberapa seminar di bidang Akuntansi di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), FMI (forum manajemen Indonesia), Irmapa, GRC dan juga beberapa kali ikutan acara,  Bapak Novri Susan , S.Sos, M.A, Phd dan Prof. Sugiyono secara webinar mengenai bagaimana kualitatif itu...demi menguatkan penelitian saya.

Duh.....

Attitude, duh....sebagai murid saya terapkan dan saya pegang pesan orang tua saya.

Wednesday, April 27, 2022

Base : emergency exit law-nya

Masalah?.

Bukan masalah besar atau masalah kecil, dalam administrasi publik, yang jadi masalah adalah persoalan yang jadi masalah, karena mengatur soal publik. Jadi masalahnya terletak pada fundamental administrasinya, isinya dan tata caranya, sekali lagi bukan ukuran berapa size moneynya, tapi efeknya, nilai historinya dan base publiknya.

Tentu beda kalau itu soal besichking.

Kalau bisa diubah atau dibetulkan, kenapa tidak?.

Sekali lagi, kuncinya ada pada peralihan, emergency exit law nya .. ya.

Oke deh...

Wednesday, April 20, 2022

Apa beda antara Fakta dengan Kenyataan?

Apa beda antara Fakta ddnegan Kenyataan?

Fakta adalah : Fakta adalah segala hal yang bisa ditangkap oleh indra manusia berupa data dari keadaan nyata yang telah terbukti kebenarannya

kenyataan adalah Realitas atau kenyataan, dalam bahasa sehari-hari berarti "hal yang nyata; yang benar-benar ada"

Jadi apakah kenyataan merupakan fakta?.

  • Dari segi isi fakta sesuai dengan kenyataan.
  • Dari segi kebenaran fakta benar karena sesuai kenyataan.
  • Dari segi pengungkapan fakta cenderung deskriptif dan apa adanya.
  • Dari segi penalaran fakta cenderung induktif


Monday, April 11, 2022

Enemy of Honest is...

Deep enemy of honest is betrayal and rotten , tambah satu lagi "hipokrit".

Sunday, April 10, 2022

Kondisi yang diharapkan : kecermatan atau ketelitian

Kondisi yang diharapkan : kecermatan atau ketelitian

Emergency Exit Law : peralihan

Emergency exit law: peralihan, itu kunci jika implementasi ada jeda waktu, baik kewenangan, jabatan ataupun hal lain yang mengikutinya.

Untuk kinerja individu : lintasannya harus berimbang

Untuk kinerja individu : lintasannya harus berimbang. Jangan berat sebelah. Kalau tidak adil dan pilih-pilih...ya sudahlah itu jelas ketidak...