"Nilai Saat Ini" dapat diisi menggunakan "nilai wajar menurut penilaian Wajib Pajak."
Apa Maksudnya?
"Nilai wajar menurut penilaian Wajib Pajak" artinya Wajib Pajak (Anda) diperbolehkan untuk menaksir atau mengestimasi sendiri harga pasar dari harta tersebut saat ini.
Opsi ini biasanya digunakan untuk harta yang:
a. Tidak memiliki harga patokan resmi (berbeda dengan emas yang ada harga Antam, atau saham yang ada harga bursa).
b. Tidak menggunakan jasa penilai publik (karena biaya jasa penilai mungkin lebih mahal daripada nilai hartanya).
c. Merupakan barang konsumsi atau barang hobi yang nilainya bisa naik atau turun seiring waktu.
Inti dari "Nilai Wajar" adalah jumlah yang kira-kira akan diterima jika harta tersebut dijual saat ini dalam kondisi pasar yang normal.
Contoh Penerapan Penilaian Wajar
1. Harta Bergerak (Elektronik/Gadget)
Anda membeli sebuah Laptop Gaming pada tahun 2020 seharga Rp25.000.000. Saat Anda melaporkan harta tersebut di tahun ini (untuk keperluan SPT atau PPS), nilainya tentu sudah turun.
Cara Menilai: mengecek situs marketplace (seperti Tokopedia, OLX, atau Facebook Marketplace) untuk melihat harga pasaran laptop bekas dengan tipe dan kondisi yang serupa.
Hasil: Ternyata harga pasarannya rata-rata adalah Rp10.000.000.
Pengisian: Maka pada kolom "Nilai Saat Ini", Anda mengisi Rp10.000.000 (bukan harga beli Rp25 juta).
2. Harta Hobi (Sepeda)
Memiliki sepeda lipat (misalnya Brompton) yang dibeli saat booming sepeda seharga Rp45.000.000. Saat ini tren sudah turun.
Cara Menilai: melihat harga pasaran sepeda bekas dengan tipe tersebut saat ini.
Hasil: Harga pasaran turun menjadi Rp30.000.000.
Pengisian: Anda mengisi nilai wajar sebesar Rp30.000.000.
3. Perabot Rumah Tangga (Furniture)
melaporkan satu set sofa kulit yang dibeli 5 tahun lalu seharga Rp15.000.000.
Cara Menilai: Mengingat penyusutan fisik dan sulitnya menjual furniture bekas dengan harga tinggi, menaksir nilainya berdasarkan kondisi fisik saat ini.
Hasil: menilai secara wajar bahwa jika dijual cepat, sofa itu laku seharga Rp5.000.000.
Pengisian: mengisi Rp5.000.000.
4. Contoh Barang Koleksi (Tas Branded)
Anda membeli tas tangan mewah seharga Rp50.000.000. Berbeda dengan elektronik, tas ini justru naik harganya (mengalami apresiasi nilai).
Cara Menilai: mengecek butik pre-loved barang mewah.
Hasil: Tas tersebut kini bernilai Rp65.000.000 di pasaran.
Pengisian: mengisi nilai wajar sebesar Rp65.000.000 (mengikuti kondisi pasar yang sebenarnya).
Tips Penting
Harus Masuk Akal (Reasonable): Meskipun ini adalah "penilaian sendiri", angkanya tidak boleh asal-asalan. Jangan menilai terlalu rendah (under-value) secara ekstrem untuk menghindari pajak, atau terlalu tinggi tanpa dasar.
Simpan Bukti Pendukung: Walaupun tidak wajib dilampirkan saat lapor, sangat disarankan menyimpan screenshot harga pembanding dari marketplace atau brosur harga pada saat menentukan nilai tersebut.
Konsistensi: Untuk pelaporan SPT Tahunan, biasanya nilai harta dicatat berdasarkan Harga Perolehan (sejarah pembelian). Namun, untuk konteks Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau amnesti pajak, kolom (7) ini meminta Nilai Saat Ini, jadi pasti menggunakan harga pasar per tanggal pelaporan/akhir tahun pajak, bukan harga beli dulu.
No comments:
Post a Comment