Friday, September 25, 2026

Beda Bagaimana dengan Kenapa atau Mengapa?.

 “Kenapa/mengapa” cenderung mengarahkan peneliti untuk mencari alasan di balik suatu keadaan. Karena alasan itu dapat berada pada tindakan pelaku, keputusan pejabat, kebijakan, atau proses pengambilan keputusan, pertanyaannya lebih mudah bergeser kepada siapa yang melakukan dan mengapa dilakukan.

“Bagaimana” lebih mengarahkan penelitian untuk merekonstruksi apa yang terjadi berdasarkan bukti dan proses yang dapat ditelusuri, terutama dokumen, kronologi, ketentuan, dan praktik administrasi.

Pemilihan kata ‘bagaimana’ didasarkan pada tujuan penelitian yang bersifat deskriptif-analitik, yaitu memahami proses, bentuk, dan implikasi suatu fenomena dalam konteksnya. Penelitian ini tidak diarahkan untuk mengidentifikasi pihak yang bersalah, melainkan untuk menganalisis bagaimana suatu ketidaksesuaian terjadi dan apa implikasinya terhadap administrasi serta pelayanan publik.”

Secara metodologis, pilihan TAPM Anda memang cukup tajam.


“bagaimana” → proses/fakta administratif → dokumen → kronologi waktu → norma → kewenangan → implikasi

Bukan:

“mengapa” → alasan/kausalitas → tindakan pihak tertentu → potensi bergeser menjadi pencarian kesalahan.

Khusus untuk penelitian yang menekankan ketidaksesuaian  pada masa transisi dan keabsahan berdasarkan waktu, dokumen, dan kewenangan, formulasi “bagaimana” membantu menjaga penelitian tetap pada analisis fenomena administratif, bukan pemeriksaan terhadap individu.

Berusahalah menghasilkan analisis yang membuat orang lain mengatakan, “Saya sebelumnya tidak melihat persoalan ini dari sudut itu.

No comments:

contoh format terlampir dan sebagaimana dalam format terlampir

“contoh format terlampir” : lampiran hanya menjadi contoh/acuan, tidak harus diikuti persis “sebagaimana dalam format terlampir” : Sesuatu d...