“Kenapa/mengapa” cenderung mengarahkan peneliti untuk mencari alasan di balik suatu keadaan. Karena alasan itu dapat berada pada tindakan pelaku, keputusan pejabat, kebijakan, atau proses pengambilan keputusan, pertanyaannya lebih mudah bergeser kepada siapa yang melakukan dan mengapa dilakukan.
“Bagaimana” lebih mengarahkan penelitian untuk merekonstruksi apa yang terjadi berdasarkan bukti dan proses yang dapat ditelusuri, terutama dokumen, kronologi, ketentuan, dan praktik administrasi.
Pemilihan kata ‘bagaimana’ didasarkan pada tujuan penelitian yang bersifat deskriptif-analitik, yaitu memahami proses, bentuk, dan implikasi suatu fenomena dalam konteksnya. Penelitian ini tidak diarahkan untuk mengidentifikasi pihak yang bersalah, melainkan untuk menganalisis bagaimana suatu ketidaksesuaian terjadi dan apa implikasinya terhadap administrasi serta pelayanan publik.”
Secara metodologis, pilihan TAPM Anda memang cukup tajam.
“bagaimana” → proses/fakta administratif → dokumen → kronologi waktu → norma → kewenangan → implikasi
Bukan:
“mengapa” → alasan/kausalitas → tindakan pihak tertentu → potensi bergeser menjadi pencarian kesalahan.
Khusus untuk penelitian yang menekankan ketidaksesuaian pada masa transisi dan keabsahan berdasarkan waktu, dokumen, dan kewenangan, formulasi “bagaimana” membantu menjaga penelitian tetap pada analisis fenomena administratif, bukan pemeriksaan terhadap individu.
Berusahalah menghasilkan analisis yang membuat orang lain mengatakan, “Saya sebelumnya tidak melihat persoalan ini dari sudut itu.
No comments:
Post a Comment