https://drive.google.com/file/d/16Iwel36DTPonHQPJ3EN5kw6Xc7C9jN1q/view?usp=drivesdk
MATLAND HYBRID KUANTITATIF
Input Data & Statistik — Karya Eko Susilo
Eko Susilo, S.T, M.A.P. Berusaha untuk tahu tentang ilmu adalah baik. Anggota IAI, (Anggota IRMAPA/GRC (Indonesia Risk Management Professional Association-Governance, Risk, Compliance), Anggota IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia, Anggota ISI (Ikatan Surveyor Indonesia) : tulisannya : apa aja dalam Catatanku ini Seluruh data kasus, skema, dan simulasi yang digunakan mrpkn dummy cfm data publik dan bersifat dummy Damodar N.Gujarati dan disusun untuk tujuan penelitian.
https://drive.google.com/file/d/16Iwel36DTPonHQPJ3EN5kw6Xc7C9jN1q/view?usp=drivesdk
MATLAND HYBRID KUANTITATIF
Input Data & Statistik — Karya Eko Susilo
Pernyataan "tahu sebabnya tapi tidak tahu penyebabnya apa dan siapa" menggambarkan kondisi di mana kita melihat atau merasakan sebuah akibat (dampak/gejala), paham alasan mekanismenya secara umum, namun belum mengetahui secara pasti faktor pemicu utama (apa) atau oknum/sumber spesifik (siapa) di balik kejadian tersebut.
“contoh format terlampir” : lampiran hanya menjadi contoh/acuan, tidak harus diikuti persis
“sebagaimana dalam format terlampir” : Sesuatu dilakukan/ditulis sebagaimana format yang ada dalam lampiran
“Kenapa/mengapa” cenderung mengarahkan peneliti untuk mencari alasan di balik suatu keadaan. Karena alasan itu dapat berada pada tindakan pelaku, keputusan pejabat, kebijakan, atau proses pengambilan keputusan, pertanyaannya lebih mudah bergeser kepada siapa yang melakukan dan mengapa dilakukan.
“Bagaimana” lebih mengarahkan penelitian untuk merekonstruksi apa yang terjadi berdasarkan bukti dan proses yang dapat ditelusuri, terutama dokumen, kronologi, ketentuan, dan praktik administrasi.
Pemilihan kata ‘bagaimana’ didasarkan pada tujuan penelitian yang bersifat deskriptif-analitik, yaitu memahami proses, bentuk, dan implikasi suatu fenomena dalam konteksnya. Penelitian ini tidak diarahkan untuk mengidentifikasi pihak yang bersalah, melainkan untuk menganalisis bagaimana suatu ketidaksesuaian terjadi dan apa implikasinya terhadap administrasi serta pelayanan publik.”
“bagaimana” → proses/fakta administratif → dokumen → kronologi waktu → norma → kewenangan → implikasi
Bukan:
“mengapa” → alasan/kausalitas → tindakan pihak tertentu → potensi bergeser menjadi pencarian kesalahan.
Khusus untuk penelitian yang menekankan ketidaksesuaian pada masa transisi dan keabsahan berdasarkan waktu, dokumen, dan kewenangan, formulasi “bagaimana” membantu menjaga penelitian tetap pada analisis fenomena administratif, bukan pemeriksaan terhadap individu.
Berusahalah menghasilkan analisis yang membuat orang lain mengatakan, “Saya sebelumnya tidak melihat persoalan ini dari sudut itu.
Dalam secarik kertas,
ketika aku ditanya,
"Siapakah yang sekiranya nanti akan menjadi ..…?"
Aku memberikan namanya..dengan tulisan tangan diatas secarik kertas.
Ya, namanya....
Lalu dirimu sendiri akan menjadi apa?"
yang memang dilahirkan untuk menjadi jawaban bagi pertanyaan tentang orang lain,
ditujukan kepada diri sendiri,
dan membiarkan waktu yang menjawabnya.
Lalu sebuah pertanyaan datang:
"Kenapa bukan dirimu sendiri? ( ibu SMI).
Aku terdiam.
Barangkali ada orang sementara ketika pertanyaan itu disampaikan.
ia hanya mampu menundukkan kepala.
(2007-ketika soal penghapusan piutang) di Lapangan Ban####.
Genuine...kata-kata itu.
Semua peristiwa dan janji ditepati ; layaknya Merpati yang tidak ingkar janji.
Ketika dikurangi dapat menjadi minimum 75% atau 80% maka pembayaran angsurannya dapat diberikan "fleksibel" minimum 80% dari tahun atau bulan sebelumnya atas kemauab sendiri.
Misal :
Ketika onset menurun maka kemauan sendiri dapat mrlakukan angsuran dengan minimum sampai 80%
sebelum : Rp2.000.000 maka angsuran tanpa surat keputusan dapat menjadi minimum Rp1.600.000
dengan syarat peredaran usaha menurun menpai 20%.
Atau kalimatnya berubah menjadi : ............
Besarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak untuk bulan bulan sebelum Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan disampaikan sebelum batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir pembayaran atau berdasarkan surat keputusan tahun pajak yang lalu.
Apa ya yang telah kau lakukan dan berikan kepadaku?....lagi mikir....
Sepertinya : tidak ada
Semestinya : busuk ya busuk, tidak ya tidak.....seperti mangga : mangga itu enak kalau tidak busuk.
kenapa cerita soal mangga dan termausk buah itu. Karena musim buah sepanjang tahun itu :
Jempol...Salute : Jempol...Salute :argumentum cornutum (argumen bertanduk) "Scylla et Charybdis" (Berada di antara Scylla dan Charybdis).
Dua pericula diligenter consideranda sunt, tertia via quaerenda est, et, si nulla alia via invenitur, id eligendum est quod minimum damnum affert.
Artinya: “Kedua bahaya harus dipertimbangkan dengan cermat, jalan ketiga harus dicari, dan jika tidak ditemukan jalan lain, pilihlah yang menimbulkan kerugian paling kecil.”
Cum homo homini lupus fit, inter homines conflictus, odium et diffidentia oriuntur. Homines sua tantum commoda quaerunt et iura aliorum neglegunt. Ideo homines dialogum et pacem quaerere debent, iura aliorum observare, tolerantes esse, et una cooperari. Leges et normas servare necesse est, ut pax, ordo et concordia in societate serventur.
Artinya:
“Ketika manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya, muncul konflik, kebencian, dan ketidakpercayaan. Manusia hanya mencari kepentingannya sendiri dan mengabaikan hak orang lain. Oleh karena itu, manusia harus mencari dialog dan perdamaian, menghormati hak orang lain, bersikap toleran, dan bekerja sama. Hukum dan norma harus ditaati agar perdamaian, ketertiban, dan keharmonisan dalam masyarakat tetap terjaga.”
Saya menulis, saya beri masukan, saya yang konfirm No. BIAYA...disebut ST tanpa SPD.
Saya juga tidak mencairkan apa itu kripto yang diberikan linknya ke saya. Kripto MLM itu tidak bagi saya.
"limbo" (sering disebut sebagai legal limbo atau ketidakpastian hukum) merujuk pada suatu kondisi di mana status hukum seseorang, kelompok, atau suatu perkara berada dalam keadaan menggantung, tidak jelas, dan belum memiliki kepastian atau solusi hukum tetap.
demit (demisioner)
Quoteku :
"Bekerja itu dengan Kepala dan bukan di Kepala"...(eko susilo)
Panca Indera (Waskita).
Tanggap ing Sasmito.
Keabsahan itu saat dilantik dan disumpah.
Solusi : menunggu dilantik dan disumpah, sementaranya harus ada Plh.
Syarat : surat keputusan sudah ada.
TMT itu dasar untuk melaksanakan tugas dan bukan dasar untuk kewenangan jabatannya.
Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berisi pengungkapan tambahan, rincian angka, dan penjelasan naratif atas pos-pos laporan keuangan.
Sesuatu yang seharusnya itu...obyeknya yang diutamakan..
Inilah substence yang sebenarnya...
https://drive.google.com/file/d/16Iwel36DTPonHQPJ3EN5kw6Xc7C9jN1q/view?usp=drivesdk MATLAND HYBRID KUANTITATIF Input Data & Statistik — ...