Wednesday, November 13, 2024

cerdas, bodoh, licik, dan cerdik

Orang pintar tidak akan membodohi orang lain tapi bermanfaat bagi orang lain, kalau orang "merasa pintar" cenderung akan merasa lebih...padahal tidak.

Orang cerdas itu lebih obyektif dan bukan asumsi dan emosional menilai orang lain...(anonim).

Yang bodoh bisa menjadi pintar dan licik, dan yang cerdas bisa menjadi licik dan bodoh juga (anonin).

Berikut adalah perbedaan antara cerdas , bodoh , licik , dan cerdik dalam hal karakteristik dan cara berpikir:     

  1. Cerdas

    • Pengertian : Cerdas adalah kemampuan berpikir cepat, logis, dan tepat dalam menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan. Orang yang cerdas umumnya memiliki daya analisis yang tinggi, dapat memproses informasi dengan baik, dan memahami berbagai situasi dengan cepat.
    • Contoh : Seseorang yang mampu memahami konsep yang rumit, memberikan solusi yang efektif, dan berpikir kreatif adalah contoh orang yang cerdas.
  2. Bodoh

    • Pengertian : Bodoh berarti kurangnya kemampuan atau kesulitan dalam memahami, menganalisis, atau memecahkan masalah. Istilah ini sering dikaitkan dengan seseorang yang cenderung lambat memahami atau membuat kesalahan dalam hal-hal sederhana.
    • Contoh : Seseorang yang kesulitan memahami instruksi yang jelas atau berulang kali melakukan kesalahan dalam tugas yang sederhana sering dianggap bodoh, meskipun istilah ini tidak tepat digunakan karena bisa merugikan orang.
  3. menjilat

    • Pengertian : Licik adalah sifat seseorang yang cerdas, tetapi cenderung manipulatif dan tidak jujur ​​​​untuk keuntungan pribadi. Mereka pandai memanfaatkan situasi atau orang lain, namun dengan cara yang kurang etis.
    • Contoh : Orang yang memutarbalikkan fakta atau memanfaatkan kelemahan orang lain untuk mencapai tujuan sering kali dianggap licik.
  4. Cerdik

    • Pengertian : Cerdik mengacu pada kepintaran yang fleksibel dan kreatif dalam menemukan solusi, sering kali dengan cara yang tidak terduga atau di luar kebiasaan. Namun berbeda dengan licik, cerdik biasanya tidak mengandung niat buruk atau manipulasi.
    • Contoh : Seseorang yang menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah tanpa merugikan orang lain, seperti memanfaatkan benda di sekitarnya untuk memperbaiki sesuatu, bisa dianggap cerdik.

Sunday, November 10, 2024

Reversal Write Off

Semestinya di ketentuan sebelum peralihan :

Jika dalam perikatan terdapat penyelesaian atas piutang dapat dibukukan kembali dan dicatat sebagaimana kaidah akuntansi yang berlaku secara umum.

Semestinya ada pasal yang mengatur reversal write off untuk akomodir "perikatan" yang belum selesai.

Ikhlas dibayar.

Bowo dan Gie...Soe Hok Gie...: Dalam Catatan Harian Seorang Demonstran

https://youtube.com/clip/Ugkx64RdsUo2SZeis0XLxyXcppJnC_FEEFsJ?si=wyu-pBWGOLVKkmVZ 

Bowo dan Soe Hok Gie..dalam buku Catatan Harian Seorang Demonstran.



Thursday, November 07, 2024

Saya pengen ada acara : Pajak 24 Jam atau 48 Jam

Saya pengen ada acara : Pajak 24 Jam atau 48 Jam ..eh tital 24 jam atau 48 jam.

Khusus membahas PMK, atau Per Dirjen yang terbit dalam waktu dekat ini dan di kupas tuntas serentak melalui media Youtube atau Televisi dalam rangka peralihan dan gencar di media-media.

Live streaming dan atau media cetak serentak.

Monday, October 28, 2024

ISO PHISSING DRILL

 While there isn't a specific ISO standard dedicated to phishing drills, ISO 27001, the international standard for information security management, provides a framework that includes security awareness training and testing, which can incorporate phishing simulations.

Key Considerations for Phishing Drills:

 * Realistic Simulations: Create phishing emails that closely mimic real-world attacks, including convincing subject lines, urgent tones, and realistic sender addresses.

 * Informed Consent: Clearly communicate to employees that a phishing drill is taking place and obtain their consent to participate.

 * Ethical Considerations: Ensure that the drill doesn't cause undue stress or anxiety among employees.

 * Data Privacy: Handle any personal information collected during the drill responsibly and in compliance with data privacy regulations.

 * Regular Evaluation: Conduct regular phishing drills to assess the effectiveness of your security awareness training and identify areas for improvement.

 * Feedback and Improvement: After each drill, provide feedback to employees on their performance and identify areas where additional training or awareness is needed.

By following these guidelines and aligning with the broader principles of ISO 27001, organizations can effectively conduct phishing drills to enhance their cybersecurity posture.

Additional Tips:

 * Vary the Phishing Tactics: Use different types of phishing attacks, such as email, SMS, or voice phishing, to keep employees on their toes.

 * Track and Analyze Results: Use analytics tools to track employee behavior and identify trends.

 * Provide Timely Feedback: Offer immediate feedback to employees who fall victim to the phishing attack, explaining why the message was malicious and how to avoid similar attacks in the future.

 * Continuous Improvement: Use the insights gained from phishing drills to refine your security awareness training and incident response procedures.

By incorporating these best practices, organizations can strengthen their security posture and protect themselves from costly cyberattacks.


Istilah yang Asli Indonesia ADA dalam setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima.........dst....

Yang dimaksud dengan  penghasilan  adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak baik yang berasal baik...