Thursday, November 21, 2024

"Pemulusan Skala Likert" mengacu pada teknik yang digunakan untuk meningkatkan kejelasan atau interpretasi data yang dikumpulkan melalui skala Likert

" kalau hal itu ekstrim...misal apakah dokumen itu penting atau tidak?. Atau Apakah layanan itu cepat atau lambat ?.

rentang 1-5 cukup mewakili.

Mengacu pada teknik yang digunakan untuk meningkatkan kejelasan atau interpretasi data yang dikumpulkan melalui skala Likert.

Pengelompokan (Pengelompokan atau Pengkodean Ulang)

  • Apa: Gabungkan rentang nilai menjadi kategori yang lebih kecil.
  • Bagaimana:
    • Contoh:
      • Rendah (1–3)
      • Sedang (4–7)
      • Tinggi (8–10)
  • Tujuan: Menyederhanakan interpretasi data dan mengurangi noise (data bising).
  • Keuntungan: Lebih mudah mengidentifikasi tren umum dalam data.


Terkait detail sifat, penggunaan data dan sejenisnya penggunaan skala 1-10 lebih tepat dari sisi ädjustment"nya dibandingkan dengan skala 1-5.

Skala Likert 1–10: Layanan

1 = Sangat Tidak Puas (Pengalaman sangat buruk, jauh di bawah harapan).
2 = Tidak Puas Sekali (Pengalaman buruk, banyak masalah besar).
3 = Tidak Puas (Ada beberapa masalah yang mengganggu).
4 = Hampir Tidak Puas (Hampir buruk, tetapi masih bisa diterima).
5 = Netral (Tidak ada masalah besar, tetapi tidak memuaskan).
6 = Cukup Puas (Ada sedikit kekurangan, tapi keseluruhan baik).
7 = Puas (Layanan sesuai harapan).
8 = Sangat Puas (Pengalaman yang baik dengan hanya kekurangan kecil).
9 = Luar Biasa Puas (Hampir sempurna, sangat menyenangkan).
10 = Sempurna (Tidak ada masalah, pengalaman yang benar-benar luar biasa).

Skala Likert 1–10: Produk
1 = Sama sekali tidak penting.
2 = Sangat tidak penting.
3 = Tidak penting.
4 = Hampir tidak penting.
5 = Netral.
6 = Agak penting.
7 = Cukup penting.
8 = Sangat penting.
9 = Hampir sangat penting.
10 = Sangat esensial/tidak bisa hidup tanpanya.

Keunggulan Granularitas pada Skala 1–10

  1. Nuansa Lebih Banyak: Responden bisa menyampaikan preferensi atau penilaian dengan lebih detail. Contoh: Responden merasa layanan cukup baik (6) tapi belum memuaskan sepenuhnya (tidak memilih 7 atau 8).
  2. Data Lebih Akurat: Memungkinkan analisis yang lebih detail, seperti mengidentifikasi perbedaan kecil antara kelompok. Contoh: Rata-rata kepuasan kelompok A adalah 6.3, sementara kelompok B adalah 7.1.



Wednesday, November 13, 2024

cerdas, bodoh, licik, dan cerdik

Orang pintar tidak akan membodohi orang lain tapi bermanfaat bagi orang lain, kalau orang "merasa pintar" cenderung akan merasa lebih...padahal tidak.

Orang cerdas itu lebih obyektif dan bukan asumsi dan emosional menilai orang lain...(anonim).

Yang bodoh bisa menjadi pintar dan licik, dan yang cerdas bisa menjadi licik dan bodoh juga (anonin).

Berikut adalah perbedaan antara cerdas , bodoh , licik , dan cerdik dalam hal karakteristik dan cara berpikir:     

  1. Cerdas

    • Pengertian : Cerdas adalah kemampuan berpikir cepat, logis, dan tepat dalam menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan. Orang yang cerdas umumnya memiliki daya analisis yang tinggi, dapat memproses informasi dengan baik, dan memahami berbagai situasi dengan cepat.
    • Contoh : Seseorang yang mampu memahami konsep yang rumit, memberikan solusi yang efektif, dan berpikir kreatif adalah contoh orang yang cerdas.
  2. Bodoh

    • Pengertian : Bodoh berarti kurangnya kemampuan atau kesulitan dalam memahami, menganalisis, atau memecahkan masalah. Istilah ini sering dikaitkan dengan seseorang yang cenderung lambat memahami atau membuat kesalahan dalam hal-hal sederhana.
    • Contoh : Seseorang yang kesulitan memahami instruksi yang jelas atau berulang kali melakukan kesalahan dalam tugas yang sederhana sering dianggap bodoh, meskipun istilah ini tidak tepat digunakan karena bisa merugikan orang.
  3. menjilat

    • Pengertian : Licik adalah sifat seseorang yang cerdas, tetapi cenderung manipulatif dan tidak jujur ​​​​untuk keuntungan pribadi. Mereka pandai memanfaatkan situasi atau orang lain, namun dengan cara yang kurang etis.
    • Contoh : Orang yang memutarbalikkan fakta atau memanfaatkan kelemahan orang lain untuk mencapai tujuan sering kali dianggap licik.
  4. Cerdik

    • Pengertian : Cerdik mengacu pada kepintaran yang fleksibel dan kreatif dalam menemukan solusi, sering kali dengan cara yang tidak terduga atau di luar kebiasaan. Namun berbeda dengan licik, cerdik biasanya tidak mengandung niat buruk atau manipulasi.
    • Contoh : Seseorang yang menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah tanpa merugikan orang lain, seperti memanfaatkan benda di sekitarnya untuk memperbaiki sesuatu, bisa dianggap cerdik.

Sunday, November 10, 2024

Reversal Write Off

Semestinya di ketentuan sebelum peralihan :

Jika dalam perikatan terdapat penyelesaian atas piutang dapat dibukukan kembali dan dicatat sebagaimana kaidah akuntansi yang berlaku secara umum.

Semestinya ada pasal yang mengatur reversal write off untuk akomodir "perikatan" yang belum selesai.

Ikhlas dibayar.

Bowo dan Gie...Soe Hok Gie...: Dalam Catatan Harian Seorang Demonstran

https://youtube.com/clip/Ugkx64RdsUo2SZeis0XLxyXcppJnC_FEEFsJ?si=wyu-pBWGOLVKkmVZ 

Bowo dan Soe Hok Gie..dalam buku Catatan Harian Seorang Demonstran.



Thursday, November 07, 2024

Saya pengen ada acara : Pajak 24 Jam atau 48 Jam

Saya pengen ada acara : Pajak 24 Jam atau 48 Jam ..eh tital 24 jam atau 48 jam.

Khusus membahas PMK, atau Per Dirjen yang terbit dalam waktu dekat ini dan di kupas tuntas serentak melalui media Youtube atau Televisi dalam rangka peralihan dan gencar di media-media.

Live streaming dan atau media cetak serentak.

Istilah yang Asli Indonesia ADA dalam setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima.........dst....

Yang dimaksud dengan  penghasilan  adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak baik yang berasal baik...