Sunday, October 26, 2025

Pertarungan dan Kemenangan

Kemenangan sejati adalah nguwasani diri, dudu nguwasani liyan (menguasai diri, bukan menguasai orang lain).

“Pertarungan antar manusia adalah cermin dari pertarungan batin dalam diri masing-masing: antara ego dan nurani, antara kehendak untuk berkuasa dan kesadaran untuk berbakti.”

Thursday, October 23, 2025

Benda hidup: Makhluk yang bernyawa, manusia, hewan, tumbuhan.

Mudah-mudahan ada Pengaturan Pajak mengenai Benda Mati cfm Aset Berwujud/ Benda Tidak Bergerak dan Benda Hidup/Barang Bergerak/Barang Berwujud (Hewan Ternah, Tumbuhan dll)

Nalika jagad rame, ati kudu sepi. Nalika jagad gila, pikir kudu waras

Ing sajroning kawruh Jawa, urip iku ora mung babagan menang lan kalah, nanging ngenani ngreksa keseimbangan antarane jagad cilik (diri pribadi) lan jagad gedhe (alam lan masarakat). Nalika jagad rame, ati kudu sepi. Nalika jagad gila, pikir kudu waras.

Dari keseluruhan Serat Kalatidha, dapat disimpulkan beberapa nilai pokok:

Kesadaran moral: jangan hanyut oleh zaman, jaga nurani.

Kesabaran dan introspeksi: hadapi kekacauan dengan laku prihatin.

Spiritualitas aktif: menghadapi penderitaan bukan dengan pasrah buta, tapi dengan kesadaran penuh akan hakikat hidup.

Kearifan universal: kebenaran bersifat abadi, meski dunia berubah.

Monday, October 20, 2025

Siapa yang butuh pajak?

Siapa yang butuh pajak?

Jawabannya: kita semua.

Negara butuh pajak untuk membangun, melayani, dan menjaga ekonomi tetap kuat.

Masyarakat butuh pajak agar bisa menikmati jalan, sekolah, rumah sakit, dan keamanan.

Dunia usaha pun butuh pajak untuk menciptakan iklim bisnis yang adil dan stabil.

Karena itu, pajak bukan hanya kewajiban — tapi juga kebutuhan bersama.

Negara harus mengelola dengan jujur dan transparan.

Masyarakat harus taat dan ikut mengawasi.

Kalau negara dipercaya dan rakyat berpartisipasi,

maka pajak akan benar-benar menjadi alat pembangunan.

Karena sama-sama butuh pajak,

mari sama-sama membangun negeri.

Saturday, October 18, 2025

Bukan Sekedar Melihat % nya saja : Formula Umum Penilaian Kinerja Pegawai (Berbasis Beban Kerja Proporsional)

1. Formula Umum Penilaian Kinerja Pegawai (Berbasis Beban Kerja Proporsional)

Kuncinya pada SKOR atau Bebannya.
Sama Kompleksitas (akan saya jelaskan rinci....mudah ini). Intinya LINTASANNYA SAMA ATAU MIRIP SAMA ATAU MENDEKATI SAMA.
Dalam ilmu statistik atau ekonometrika memahami apa yang disebut Pembilang (komponennya apa saja) dan Penyebutnya (Apa saja)

Nilai Kinerja Pegawai= (Output Kinerja /Skor Beban Kerja) x Bobot Efektivitas

Keterangan:

  • Output Kinerja: hasil kerja nyata pegawai sesuai target kinerja individu (misalnya jumlah laporan, kegiatan, pelayanan, atau capaian program).

  • Skor Beban Kerja: total perhitungan antara jumlah tugas yang ditangani dengan bobot kompleksitasnya.

  • Bobot Efektivitas: faktor penyesuaian berdasarkan capaian target (1,0 = sesuai target; >1,0 = melampaui target; <1,0 = belum mencapai target).


๐Ÿ“Š 2. Matriks Bobot Kompleksitas Tugas

Kategori Tugas Ciri Utama Contoh Bobot Kompleksitas (C)
Tinggi Tugas strategis, berdampak luas, risiko tinggi Perumusan kebijakan, audit besar, analisis strategis 3
Sedang Tugas operasional penting, berdampak menengah Pelayanan, penyusunan laporan, koordinasi lintas unit 2
Rendah Tugas rutin atau administratif dengan risiko rendah Arsip, input data, dukungan teknis 1

๐Ÿงพ 3. Rumus Skor Beban Kerja Total (SBK)

SBK=Jumlah Tugas/Bobot Kompleksitas

Contoh:

Kategori Jumlah Tugas Bobot Total Skor
Tinggi 10 3 30
Sedang 20 2 40
Rendah 15 1 15
Total SBK 45 85

๐ŸŽฏ 4. Menghitung Nilai Kinerja Pegawai

Misal:

  • Output Kinerja (dalam poin capaian) = 95

  • Skor Beban Kerja (SBK) = 85

  • Bobot Efektivitas = 1,05

Nilai Kinerja Pegawai = 95/85 x  1,05 = 1,17
]

Interpretasi:

       * > 1,0 → Melampaui target

       * =1,0 → Sesuai target

       * <1,0 → Di bawah target


๐Ÿง  5. Penilaian Kualitatif (Perilaku & Etika)

Untuk menjaga keseimbangan antara hasil kerja dan perilaku:

Aspek Bobot Nilai (1–5) Skor
Integritas & Kepatuhan Etika 15% 5 0,75
Kerjasama & Komunikasi 10% 4 0,40
Inovasi & Ketepatan Laporan 10% 4 0,40

Kemudian nilai akhir dihitung:

Nilai Akhir Pegawai =

Nilai Kinerja Pegawai 0,65+Skor Perilaku 0,35

]


๐Ÿงฉ 6. Kelebihan Model Ini

  • Menghitung proporsionalitas beban kerja antar pegawai (tidak semua pegawai punya jenis tugas sama).

  • Menjamin objektivitas merit system dengan dasar data dan perhitungan terukur.

  • Bisa diterapkan di semua unit — pelayanan, pengawasan, administrasi, maupun analisis.

  • Mendorong budaya kinerja berbasis hasil dan kualitas, bukan sekadar banyaknya pekerjaan.


Friday, October 17, 2025

Kau tidak Percaya, AKU LEBIH TIDAK PERCAYA. TAHU...!!!

Kau Tidak Percaya, AKU LEBIH TIDAK PERCAYA. TAHU...!!!

Ingat Masa Lalumu.....tangisi, resapi dan ingat..PAHAM KAU SOAL HIDUP????!!!


Kuitpan Puisi Tentang "TRUST"

Istilah yang Asli Indonesia ADA dalam setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima.........dst....

Yang dimaksud dengan  penghasilan  adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak baik yang berasal baik...