Eko Susilo, S.T, M.A.P.
Berusaha untuk tahu tentang ilmu adalah baik.
Anggota IAI, (Anggota IRMAPA/GRC (Indonesia Risk Management Professional Association-Governance, Risk, Compliance), Anggota IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia, Anggota ISI (Ikatan Surveyor Indonesia) : tulisannya : apa aja dalam Catatanku ini
Seluruh data, angka, ilustrasi, tabel, contoh kasus, skema, dan simulasi yang digunakan dalam tulisan ini bersifat dummy dan disusun semata-mata untuk tujuan penelitian.
HUMAN RESOURCE MANAGEMENT : Inter-American Center of Tax Administrations International Monetary Fund Intra-European Organisation of Tax Administrations Organisation for Economic Co-operation and Development
Duh namaku di sebut oleh Vokalisnya...wkkkk..biarlah...
Mawar itu Indah...tapi berduri...!!!
Dengarkan berulang-ulang...akan suka deh dengan lagu ini....emmhhh...
Eko Susilo Jangan pernah lelah mencintai negeri ini, meski langkahnya kerap tertatih mengejar cita-citanya. Cintailah ia dengan kesabaran seorang penunggu fajar, yang tahu terang tak lahir dari malam yang singkat. Negeri ini bukan tanpa cela, ia dibangun dari manusia yang belajar dari jatuh dan bangkit, dari salah dan sadar. Mencintainya bukan dengan sorak yang riuh, melainkan dengan kerja yang nyata, dan doa yang tak banyak suara. Jangan pernah lelah, sebab pada cinta yang bertahan tersimpan harapan yang perlahan menjadi arah. Dan kelak, negeri ini akan tumbuh bukan karena pujian, melainkan karena mereka yang tetap setia mencintai saat mencintai terasa paling berat.
💞💕💘💝
xxx
Untuk memudahkan anak-anak belajar memainkan lagu "Jangan Pernah Lelah Mencintai Negeri Ini" pada instrumen piano, dapat menggunakan pendekatan triad (tiga nada) yang sederhana dengan teknik "Cakar" (The Claw).
1. Daftar Nada Akor (Chord)
Setiap akor dimainkan dengan menekan tiga tuts putih secara bersamaan menggunakan tangan kanan (jari 1-3-5: jempol, tengah, kelingking).
Akor
Nada yang Ditekan (Tangan Kanan)
Nada Dasar (Tangan Kiri)
C
C - E - G
C
G
G - B - D
G
G/B
G - B - D (atau cukup mainkan G)
B
Am
A - C - E
A
F
F - A - C
F
Em
E - G - B
E
Dm
D - F - A
D
Fm
F - G# - C (tuts hitam G#)
F
C7
C - E - G - Bb (tuts hitam Bb)
C
2. Panduan Jari (Fingering)
Tangan Kanan: Gunakan jari 1, 3, dan 5 untuk membentuk posisi "Cakar". Ini adalah cara paling mudah bagi pemula untuk berpindah antar-akor dengan stabil.
Tangan Kiri: Tekan hanya satu nada (nada paling rendah dari akor tersebut) untuk memberikan efek suara yang lebih dalam dan mantap.
3. Struktur Lagu untuk Piano Anak
Intro:
C (C-E-G) | G (G-B-D) | Am (A-C-E) | G (G-B-D)
F (F-A-C) | Em (E-G-B) | Dm (D-F-A) | G (G-B-D)
Verse (Bagian Puisi/Narasi):
CG/BAmG
(Jangan pernah lelah mencintai negeri ini...)
FEmDmG
(Meski perjalanannya terasa lambat...)
CG/BAmG
(Kesabaran menanti fajar...)
FGC
Chorus (Bagian Klimaks):
FGEmAm
(Bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar...)
DmGCC7 (tambahkan nada Bb)
(Dari setiap jatuh dan kesalahan...)
FGEmAm
(Jangan pernah lelah...)
DmGC
Outro:
F (F-A-C) | Fm (F-G#-C) | C (C-E-G) | C (Tahan nada)
"Nilai Saat Ini" dapat diisi menggunakan "nilai wajar menurut penilaian Wajib Pajak." Apa Maksudnya? "Nilai wajar menurut penilaian Wajib Pajak" artinya Wajib Pajak (Anda) diperbolehkan untuk menaksir atau mengestimasi sendiri harga pasar dari harta tersebut saat ini. Opsi ini biasanya digunakan untuk harta yang: a. Tidak memiliki harga patokan resmi (berbeda dengan emas yang ada harga Antam, atau saham yang ada harga bursa). b. Tidak menggunakan jasa penilai publik (karena biaya jasa penilai mungkin lebih mahal daripada nilai hartanya). c. Merupakan barang konsumsi atau barang hobi yang nilainya bisa naik atau turun seiring waktu. Inti dari "Nilai Wajar" adalah jumlah yang kira-kira akan diterima jika harta tersebut dijual saat ini dalam kondisi pasar yang normal. Contoh Penerapan Penilaian Wajar 1. Harta Bergerak (Elektronik/Gadget) Anda membeli sebuah Laptop Gaming pada tahun 2020 seharga Rp25.000.000. Saat Anda melaporkan harta tersebut di tahun ini (untuk keperluan SPT atau PPS), nilainya tentu sudah turun. Cara Menilai: mengecek situs marketplace (seperti Tokopedia, OLX, atau Facebook Marketplace) untuk melihat harga pasaran laptop bekas dengan tipe dan kondisi yang serupa. Hasil: Ternyata harga pasarannya rata-rata adalah Rp10.000.000. Pengisian: Maka pada kolom "Nilai Saat Ini", Anda mengisi Rp10.000.000 (bukan harga beli Rp25 juta). 2. Harta Hobi (Sepeda) Memiliki sepeda lipat (misalnya Brompton) yang dibeli saat booming sepeda seharga Rp45.000.000. Saat ini tren sudah turun. Cara Menilai: melihat harga pasaran sepeda bekas dengan tipe tersebut saat ini. Hasil: Harga pasaran turun menjadi Rp30.000.000. Pengisian: Anda mengisi nilai wajar sebesar Rp30.000.000. 3. Perabot Rumah Tangga (Furniture) melaporkan satu set sofa kulit yang dibeli 5 tahun lalu seharga Rp15.000.000. Cara Menilai: Mengingat penyusutan fisik dan sulitnya menjual furniture bekas dengan harga tinggi, menaksir nilainya berdasarkan kondisi fisik saat ini. Hasil: menilai secara wajar bahwa jika dijual cepat, sofa itu laku seharga Rp5.000.000. Pengisian: mengisi Rp5.000.000. 4. Contoh Barang Koleksi (Tas Branded) Anda membeli tas tangan mewah seharga Rp50.000.000. Berbeda dengan elektronik, tas ini justru naik harganya (mengalami apresiasi nilai). Cara Menilai: mengecek butik pre-loved barang mewah. Hasil: Tas tersebut kini bernilai Rp65.000.000 di pasaran. Pengisian: mengisi nilai wajar sebesar Rp65.000.000 (mengikuti kondisi pasar yang sebenarnya). Tips Penting Harus Masuk Akal (Reasonable): Meskipun ini adalah "penilaian sendiri", angkanya tidak boleh asal-asalan. Jangan menilai terlalu rendah (under-value) secara ekstrem untuk menghindari pajak, atau terlalu tinggi tanpa dasar. Simpan Bukti Pendukung: Walaupun tidak wajib dilampirkan saat lapor, sangat disarankan menyimpan screenshot harga pembanding dari marketplace atau brosur harga pada saat menentukan nilai tersebut. Konsistensi: Untuk pelaporan SPT Tahunan, biasanya nilai harta dicatat berdasarkan Harga Perolehan (sejarah pembelian). Namun, untuk konteks Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau amnesti pajak, kolom (7) ini meminta Nilai Saat Ini, jadi pasti menggunakan harga pasar per tanggal pelaporan/akhir tahun pajak, bukan harga beli dulu.
CONTOH NEGARA LAIN (PERBANDINGAN INTERNASIONAL) 🇦🇺 Australia – ATO Ada unit khusus: Public Sector & Government Entities Taxation Mengurusi: federal agencies state government government grants public bodies SOEs ➡️ Dipisahkan dari compliance unit. 🇬🇧 Inggris – HMRC Memiliki: Public Bodies Tax Directorate Mengatur: VAT public sector tax on grants education funding NHS bodies local authority taxation 🇨🇦 Kanada – CRA Ada: Government Entities Compliance Division Fokus: Crown corporations municipalities public funds transfer payments 🇯🇵 Jepang – NTA Memiliki: Public Sector Tax Coordination Office Mengintegrasikan: belanja pemerintah pajak kontraktor BUMN Jepang local government payments